Masih Pandemi Covid-19, Pelepasan KKN UNU Blitar Digelar Daring

Blitar, NU Online Jatim 

Setelah sukses melakukan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menggelar Pembukaan dan Pelepasan Mahasiswa KKN. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan Live Streaming di akun Youtube UNU Blitar, Senin (15/02/2021).

Agenda ini menghadirkan M Zainuddin, Rektor UNU Blitar, M Subhan Anshori, Ketua Panitia sekaligus wakil dari Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UNU Blitar, dan turut bergabung seluruh Camat dari Kabupaten dan Kota Blitar serta beberapa dari luar kota seperti Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Kediri. 

KKN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena masa Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir. Sehingga KKN dilakukan secara daring atau disebut juga KKN Mandiri. Sebab itu, panitia pelaksana KKN UNU Blitar  membuat sebuah buku pedoman agar kegiatan berjalan lancar dan tepat sasaran meskipun dilakukan secara mandiri.

"KKN tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena dilakukan secara daring, atau disebut juga KKN Mandiri. Ini merupakan arahan dan instruksi dari pihak pemerintah setempat dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Blitar," kata M Subhan Anshori, Ketua Panitia KKN UNU Blitar. 

Dengan menggandeng beberapa instansi baik dari Kabupaten maupun Kota Blitar, KKN ini diikuti oleh 395 mahasiswa. Mereka terbagi atas 35 kelompok yang sudah dinyatakan lolos sesuai syarat yaitu sudah menyelesaikan 110 Satuan Kredit Semester (SKS).

Nantinya kelompok tersebut tersebar di berbagai desa di kabupaten dan kota blitar serta beberapa luar daerah yang ditempati oleh mahasiswa. "Untuk kerja sama kita menggandeng Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar, juga arahan dari bupati yaitu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) baik kabupaten dan kota maupun luar daerah," imbuhnya.

KKN ini merupakan suatu program pengabdian mahasiswa ke masyarakat. Rektor UNU Blitar, M Zainuddin menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) telah memberikan petunjuk untuk bermasyarakat yaitu dengan empat prinsip. Yaitu tawasuth, tasamuh, tawazun dan i'tidal yang dapat diimplementasikan dalam masyarakat.

"Apabila mahasiswa melakukan empat prinsip  tawasuth, tasamuh, tawazun dan i'tidal dengan sungguh-sungguh insyaallah akan mampu menyatu dengan masyarakat dan tentunya akan mendapat makna pembelajaran yang luar biasa," tutupnya. 

Penulis: Ika Nur Fitriani

Editor: Romza